Perubahan nama dan peran kelembagaan pemberdayaan masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan bagian dari semangat Reformasi Kalurahan dan penguatan nilai-nilai Keistimewaan DIY. Lembaga yang kini dikenal sebagai Tuwanggana memiliki sejarah panjang dalam mengawal partisipasi warga di tingkat Kalurahan/Kelurahan.
Sebelum dikenal sebagai Tuwanggana, lembaga ini telah beberapa kali mengalami penyesuaian nomenklatur seiring dengan dinamika kebijakan nasional dan daerah.
Titik balik penting menuju pembentukan Tuwanggana terjadi melalui inisiatif penguatan kelembagaan di DIY:
Penggunaan nama dan penguatan peran Tuwanggana resmi dikukuhkan pada tahun 2025 melalui disahkannya Peraturan Gubernur DIY Nomor 12 Tahun 2025 tentang Tuwanggana diresmikan pada 21 Maret 2025. Pergub ini secara eksplisit mengatur kedudukan, tugas, dan fungsi Tuwanggana, serta menamakan Ketua Lembaga sebagai Pinituwa.
Pirukunan Tuwanggana DIY sendiri adalah sebuah organisasi koordinatif tingkat Provinsi yang berfungsi menyatukan, membina, dan menyelaraskan gerak langkah seluruh Lembaga Tuwanggana (sebelumnya LPM) yang tersebar di Kalurahan/Kelurahan se-DIY. Organisasi ini berperan penting sebagai perwakilan resmi Tuwanggana di tingkat daerah, bertugas memperkuat kapasitas kelembagaan, menjalin sinergi dengan Pemerintah Daerah, serta memastikan peran Tuwanggana sebagai motor penggerak partisipasi dan pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Keistimewaan berjalan secara efektif dan kompak di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Masa bakti 2025 – 2030
DEWAN PEMBINA
NO | JABATAN DALAM INSTANSI |
1. | Sekretaris Daerah DIY |
2. | Paniradya Pati Paniradya Kaistimewaan |
3. | Kepala BAPPERIDA DIY |
4. | Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Kependudukan dan Pencatatan Sipil |
DEWAN PAKAR
NO | NAMA | INSTANSI |
1. | Mardiyana, S.Si, M.Si | Balai Pemerintahan Desa di Yogyakarta |
2. | Dr. dr. Rustamaji, M. Kes | Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada |
3. | Prof. Dr. Siswantoyo, M.Kes., AIFO. | Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta |
4. | Dr. Eli Irawati, S.Sn., M.A. | Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Seni Indonesia Yogyakarta |
PENGURUS HARIAN
NO | JABATAN | NAMA | KETERANGAN |
1. | Ketua | KPH. Notonegoro | Kota Yogyakarta |
2. | Wakil Ketua | BPH. Kusumo Bimantoro | Kota Yogyakarta |
3. | Sekretaris | Ir. Ariyadi Bowoleksono | Kota Yogyakarta |
4. | Wakil Sekretaris | Budi Santosa, S.Sn | Kab. Bantul |
5. | Bendahara | Djoto Siswodarsono | Kab. Kulon Progo |
6. | Wakil Bendahara | Makomi Nurasyid, SE. | Kab. Sleman |
7. | Biro Organisasi dan Tata Laksana | 1. Dr. Kelik Endro Suryono, SH., MH., 2. Priyo Santoso, SH., M.Hum. 3. Joko Suharyono | Kota Yogyakarta
Kab. Kulon Progo
Kab. Sleman |
8. | Biro Komunikasi dan Informasi
| 1. Sutarto Agus Raharjo, ST., MT., 2. Drs. Edy Sutrisno 3. Abdul Rahman, S.Kom 4. Ir. Dwi Herawati, M.Si | Kab. Sleman
Kab. Gunung Kidul Kab. Bantul Kota Yogyakarta |
9. | Biro Pemberdayaan dan Pendayagunaan
| 1. Drs. H. Suyanto, M.M., 2. Abdul Hamid, SE. 3. Maribeth 4. Drs. Miftachul Alfin, MSHRM 5. Gutama Putra, SH. 6. Ali Arifin, M.Pd | Kab. Gunung Kidul Kab. Sleman Kab. Gunung Kidul Kota Yogyakarta
Kab. Kulon Progo Kab. Bantul |
© Copyright Tuwanggana DIY. All Rights Reserved.